Antara Kembang Di Taman Dan Dikeroyok Hingga Tewas

Buat blogger, foto/video adalah bunga ditaman. Jika sebuah taman hanyalah hamparan rumput saja, pemandangnya pasti akan merasa bosan dan lama-lama jenuh. Sedangkan jika sebuah taman ditanami pohon-pohon yang berbunga, maka pemandangnya pasti akan merasa suka dan tidak bosan. Begitu juga dengan blogging, sebuah content akan terasa maknanya jika ditambahi dengan foto/video. Namun, jika foto/video yang diambil membuat marah objeknya, bagaimana jadinya?

Beginilah yang terjadi pada seorang pria bernama Wei Wenhua di kota Tianmen, Cina. Seperti diberitakan oleh Detiknet, seorang pria dianiaya hingga tewas oleh aparat kota Tianmen hanya karena merekam video sebuah demonstrasi via ponsel.



Korban yang adalah manajer perusahaan konstruksi ini kebetulan menyaksikan sebuah aksi demonstrasi mengenai masalah sampah. Wei pun spontan memakai ponselnya untuk merekam aksi demonstrasi tersebut.

Namun tiba-tiba, dia dikeroyok puluhan oknum aparat pemerintah kota setempat yang memintanya berhenti merekam demo. Wei yang menolak permintaan tersebut akhirnya dianiaya. Tragisnya, Wei tewas dalam perjalanan ke rumah sakit akibat luka-luka parah yang dideritanya.

Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan seratus lagi sedang diinvestigasi polisi dalam pengusutan kasus ini. Ponsel korban juga berhasil ditemukan dalam keadaan utuh namun sayangnya, rekamannya telah terhapus. Ribuan orang kemudian dilaporkan turun ke jalan-jalan di Cina untuk memprotes aksi brutal oknum aparat pemerintah tersebut.

Adapun menurut lembaga jurnalis Reporters Without Borders, Wei adalah pewarta warga (citizen journalist) pertama yang tewas di Cina karena berusaha merekam sebuah aksi demo. Demikian seperti dikutip detikINET dari VNunet.

Intinya, pikir-pikir dahulu sebelum menggunakan kamera. Pastikan posisi yang tepat untuk mengambil gambar. Karena dengan posisi yang baik dan benar, satu alasan bisa terpenuhi. Bisa kabur secepat mungkin jika akan dikeroyok.

Leave a Reply